Di suatu senin siang saia terpancing untuk berpikir, -biasanya saia malas berpikir, ato dengan sengaja tidak ingin berpikir- setelah melihat papan public service announcement yang sebenarnya sudah sering saia lihat di pojok tenggara taman imam bonjol (tentu saja ini di Padang), berisi peringatan tentang korupsi, dan ada tambahan teks baru,”dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia“.
Kalimat tambahan/terakhir itulah yang menggelitik alam sadar saia, bahwa penyakit korupsi itu adalah penyakit menular yang mendunia, sudah menjadi bagian dari tren dunia.
Hanya saja malangnya, Endonesa memang masih menempati posisi juara, dari tahun ke tahun masih belum beranjak dari lima besar terkorup di dunia.
Tapi sekali lagi yang harus diingat ini adalah tren, tren mondial, tapi meskipun begitu, tidak juga berarti karena tren trus menjadi excuse.
Lalu kenapa saia beri judul entropi ?
Tentu saja alasannya seperti biasa, dengan arogannya saia akan bilang, ini kan blog saia, suka2 saia dong mo kasih judul apa, hehe..
Maaphkan..!, begini, saia sedang berusaha meninjau tren ato penyakit ini dengan tinjauan fisika, secara saia pernah sekolah pisika bertaon-taon.
Istilah entropi, ada dalam fisika dan kimia, yang merujuk kepada (derajat) keteraturan(/kekacauan) sebuah sistem. Dan sifat ini berlangsung satu arah, dalam arti entropi berjalan seperti waktu, bergerak maju.
Sudah menjadi kesepakatan fisikawan, bahwa pasangannya adalah energi, hanya saja kalo energi bisa disebut “reversibel *)” ato dapat di konversi ke bentuk lain, maka entropi justru sebaliknya, berjalan ke satu arah dengan kecenderungan alamiah untuk terus meningkat.
Alamak jang..! bagian “berjalan ke satu arah dengan kecenderungan alamiah untuk terus meningkat”, ini mungkin agak membingungkan…
Baiklah, saia tidak begitu yakin dapat mengatakannya dalam bentuk yang lebih mudah, tapi, kira2 begini;
Sebuah sistem, bayangkan sebuah tim sepakbola liga endonesa, sebelum peluit kick-off dibunyikan, maka kita akan melihat barisan 4-4-2 ato 4-3-3 ato mungkin 3-5-2, etc…
Tapi sesuai dengan sifat alamiah entropi (dan gaya permainan tim yang endonesa banget), maka semakin lama posisi para pemain akan semakin semrawut, semakin tidak teratur, dan semakin sangat amat tidak teratur… bahkan sampai kiper membelot jadi striker lawan… (haha.. lebay!)
Lalu, apa hubungannya dengan papan public service announcement itu ?
Seperti sudah saia sebut sebelumnya, bahwa penyakit korupsi itu adalah tren dunia, maka penyakit ini sesungguhnya memenuhi sifat entropi sebuah sistem, sebuah kekacauan/ketidakteraturan yang bergerak maju, semakin kacau dan semakin lebih kacau lagi…
Nyaris unstopable…, bahkan bentuk ekstrim dari sebuah sistem yang super kacau adalah “kelumpuhan energi”.
Bah, apa pula itu ! (kau yang masih mengikuti ini tentu saja akan berkomentar begitu)…
Sebuah sistem yang “super kacau” akan habis energinya, lumpuh, apa jadinya kalau semesta ini lumpuh ? itulah kiamat.
Apakah itu berarti korupsi tidak ada obatnya ?
Tidak !, Kekacauan ini dapat dihentikan, hanya saja syarat utama untuk menurunkan entropi (ato melawan kekacauan) adalah energi yang lebih besar.
An huge effort, dan hanya dapat dilakukan kalo kita semua menyadari bahwa sekecil apapun perilaku korup itu, akan menyumbangkan peningkatan (derajat) kekacauan.
Karena Dia Maha Mengetahui, maloe-lah sama Beliau !






