Pada suatu waktu ada seorang anak yang sudah bersiap-siap untuk dilahirkan. Kemudian dia bertanya kepada Tuhan,”Tuhan, hari ini Malaikat bilang pada saya, bahwa besok saya akan dikirim ke bumi, tapi bagaimana mungkin saya bisa hidup, saya masih begitu kecil dan lemah”
Kemudian Tuhan menjawab,”Diantara para malaikat, Saya telah memilihkan satu untukmu. Dia akan menunggumu dan menjagamu”
Anak itu bilang,”Tapi disini, di surga ini saya tidak bisa melakukan apa-apa selain tersenyum dan menyanyi, yang selalu membuat saya bahagia.”
Tuhan menjawab,”Malaikatmu itu akan bernyanyi untukmu setiap hari, kau akan merasakan cintanya dan akan bahagia.
Anak itu bertanya lagi,”Bagaimana saya bisa memahami apa yang dikatakan orang kepada saya, sedangkan saya tidak mengerti bahasa manusia?” “Itu gampang”, kata Tuhan,”Malaikatmu akan mengatakan kata2 yang indah yang belum pernah kamu dengar sebelumnya, dan dengan segala kesabarannya dia akan mengajarimu berbicara dengan manusia.”
Kemudian anak itu, dengan nada sedih, dia bertanya, “Terus bagaimana caranya kalo saya ingin bisa bicara lagi pada-Mu ketika sudah tidak disini?”
Dengan nada yang menghibur, Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan mengajarkanmu cara berdo’a”
“Saya dengar di dunia ada orang jahat, terus siapa yang akan menjagaku?” tanya anak itu penuh keraguan. Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan melindungimu, bahkan meski membahayakan jiwanya sekalipun”
Anak itu masih ragu,”Saya akan selalu merasa sedih karena saya tidak akan melihatmu lagi.” Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan bercerita tentang aku, dan mengajarimu cara kembali padaku, meskipun Saya tetap selalu didekatmu.”
Tiba2 keheningan melingkupi surga, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, sayup2. Anak itu merasa diburu waktu, dengan nada memohon dia bertanya,”Oh Tuhanku, jika saya harus pergi hari ini, tolong katakan padaku, siapa nama malaikatku itu?” Tuhan menjawab,”Siapapun namanya malaikatmu itu nggak penting, kamu akan selalu memanggilnya ibu !”
SELAMAT HARI IBU !
*)sengaja tulisan malaikat ditulis dalam 2 bentuk, regular dan italic, supaya tidak menimbulkan penafsiran yang salah.
diadaptasi sesuka hati dari : 100 Moral Stories (www.islamicoccasions.com)
Bonus:
http://rapidshare.com/files/117234533/IRAQI_RAP__-_Soldiers_Of_Allah__-_www.samuku.com.rar







172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
173. Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami Karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu[582]?”
(QS. Al-A`raaf: 172-173)
[582] Maksudnya: agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka dahulu Telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tak ada lagi jalan bagi mereka, hanyalah meniru orang-orang tua mereka yang mempersekutukan Tuhan itu. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa Karena kesalahan orang-orang tua mereka itu.
serbagratisbuku berkata:
bila di antara kita ada yang sok bertanya: Kapan hal itu dilakukan padaku? aku tidak ingat, maka kami katakan kepadanya: Ingatkah anda dengan perbuatan yang anda lakukan pada bulan lalu, tanggal yang sama dan jam yang sama. sangat sulit mengingat tentunya. apalagi yang kita lakukan semasa kecil. paling siak-siak sekedar kenangan yang tidak begitu jelas.
akankah kita mencari Tuhan selain Allah swt setelah yang terjadi…?
salam kenal:
http://serbagratisbuku.wordpress.com
>>>[mlongo !] terima kasih…jazakumulLah katsiran ya akh…