Sekali lagi bangsa kita membuktikan dirinya sebagai bangsa sakit, tidak bisa memilah-milih kejernihan masalah (tapi ini bisa dimaklumi, karena dalam bahasa indonesia kata “wit” dalam bahasa inggris nggak ada padanan katanya-tentang kecerdasan yang jeli memilah diantara yang kabur dan sekaligus jenaka- ada nggak ?), mudah terprovokasi, mudah lupa masalah 2 hari yang lalu, dan nggak punya zonal marking ala sepakbola…[kan bentar lagi piala eropa, meski enggak lolos ke putaran final, jagoku tetap tim inggris, tapi mudah2an kali ini juaranya belanda atau portugal]
Betapa tidak, baru dua hari yang lalu energi yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk PLTB itu (tentang PLTB, jangan lupa untuk membacanya dari posting2 sebelumnya). sekarang sudah lupa dengan akar masalah yang itu, dan malah punya tempat baru membuang2 tenaga dengan penuh ke-tolol-an saling gertak banyak2an orang, saling mengharamkan kelompok lain dan saling menghalalkan darah saudaranya sendiri, seolah2 tidak ada lagi tempat untuk duduk bersama, mengurai masalah, dan merembug-kan apa yang telah disalah-paham-i sebelumnya.
Pertama, kenapa ada FPI, FBR, GPK, dan kelompok2 sejenis ?
Jawabnya jelas, karena kepastian hukum tidak ada, penegakan hukum letoy, mau contoh; keknya semua orang tau, mulai dari yang remeh seperti tukang parkir ilegal, pungli dalam semua praktek oleh semua lapisan, narkoba, miras, judi dan prostitusi yang di-backing-i, sampai yang idiologis kek tarik ulur status ahmadiyah…
Karena masing2 kelompok berkepentingan dengan sebagian ato seluruh isu itu, trus sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib, tapi sekali lagi, “sama2 cari makan Bro, taw sama taw aja lah !“
Nah, lama2 kan frustasi juga orang2/kelompok yang berkepentingan itu.
Maka sebelum anak, adik, kakak, keponakan, sanak sodaranya jadi korban, mereka “terpaksa” mereka menegak-kan hukum dengan cara mereka, maka letak kekeliruan lainnya itu tentu saja salah satunya disini, pada eksekusi penegakan hukum itu, yang (akan) di-eksekusi sangat percaya diri, karena merasa di-backing-i orang hebat, show off juga…
yang satu lagi dah lama menahan kegeraman, bukan saja kepada calon korban (baru), tetapi juga kepada pihak yang mestinya melakukan/menyelesaikan tugas ini.
Terjadilah kekerasan !
Bagaimanapun kekerasan memang tidak dapat ditolerir apapun alasannya, karena kita adalah manusia yang bisa duduk bersama…kan enak duduk sambil nge-teh makan gorengan, terus tanya, sampeyan kok gitu seh…?
Cuma kelompok tolol lainnya, dengan restu pimpinan tololnya, melakukan tindakan anarkis juga…maka terbentuklah rantai ketololan baru, kira2 seperti ini :
- ada pasukan berani mati, ditantang oleh;
- pasukan berani mati-in, dihadang oleh;
- pasukan yang siap pula mati-in pasukan berani mati-in…
terus berputar2 dalam lingkaran-setan yang tolol
Yang kedua adalah ide guoblog yang dihasilkan dari ke-kisruhan ini, sedikit2 bubarkan, sedikit2 bubarkan, kenapa bubar kok sedikit2 ! [Bubarkan semua kelompok yang memuja kekerasan !]
Esensinya kan tidak pada bubarnya itu, sekali lagi ini jelas tentang penegakan dan kepastian hukum, sehingga semua warga negara Endonesa tercinta ini merasa nyaman tinggal didalamnya.
Kalo cuma bubarkan, bisa aja bubar sekarang, tapi siapa yang jamin tidak ada re-inkarnasinya, cuma ganti nama doang, orang2 dan aksinya tetap sama, karena masalah yang menyebabkan mereka melakukan penghukuman-yang tidak menjadi hak mereka-belum tuntas.
Dan yang ketiga, jangan lupa, bagaimanapun kita butuh energi alternatif pengganti BBM, atau dengan kata lain jangan terjebak dengan permainan ini, jangan sampai lupa bahwa 2 hari yang lalu kita baru saja merayakan kenaikan harga2…dan (mungkin sekaligus pada saat yang sama) penurunan harga diri.
[seperti nonton pertandingan sepakbola aja, penonton selalu lebih hebat dari pemain...]







hohohohohoho
betul…
>>>hahaha…hemat amat, jadi ingat jawaban anggota MPR jaman ORBA, pendek ! setujuuu….!
postingan terbarunya ditunggu
- – -
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…
>>>maap gan, jangan nunggu postingan saia, karna blog saia ini mirip terbitan berkala mahasiswa, ber-kala, kala pingin, kala dapat ide, kala sempat…
Setuju….dan sebenarnya kemana kah Indonesia ini akan di oleh para petinggi kita
>>>makanya pas milih orang2 2009, pilih yg bener2 benar, kalo sekiranya g ada, gak usah aja [ingat:ini bukan seruan golput, tapi seperti halnya memilih, tidak memilih juga hak anda !]