BOS
Bangkit
BBM+BLT
Blue Energy
Berhentilah Merokok
Bondan-mak nyus-Winarno
sekali lagi ini adalah bagian dari tetralogi B = resume bulan mei, B-3 adalah kode Customs Dept untuk benda2/limbah berbahaya.
maka bagian ketiga ini adalah sederet kata berawalan B yang mengindikasikan bahaya;
BBM-BLT-Blue Energy-Busang-Bondan Winarno
Jadi, tugas anda adalah, susunlah kata2 diatas menjadi beberapa baris kalimat yang tidak begitu penting dan tidak pula menarik.
Baek-lah, sebagai contoh kira2 begini….
in my humble opinion (IMHO) di akhir bulan mei banyak sekali energi yang terbuang sia-sia, padahal segala sesuatu yang sia-sia adalah temennya syaithon, lha kalo jadi temennya syaithon maka tempat hang-out nya di kosnya syaithon itu, neraka.
[walah, apalagi ini?]
begini, sebenarnya esensi demo anti kenaikan harga BBM itu agak kacau, sekali lagi IMHO, BBM naik itu memang sudah seharusnya, sudah seharusnya kita semua sadar bahwa kita semua menyongsong dunia yang harus melepaskan diri dari ketergantungan terhadap BBM.
Bahkan kalo mungkin dan gak melanggar “etika” dagang internasional mending harganya dibikin aja Rp 10.000 sekalian, biar gak repot ngurusin orang yang nyelundupin minyak kita keluar.
Trus sebagai solusi sementara, kan mendingan energi kawan2 yang demo itu disalurkan untuk meng-engkol ato meng-gowes dinamo di sebuah PLTB, Pembangkit Listrik Tenaga Budak, lebih bermanfaat kan?
Yang fatal itu sebenarnya, penyusunan kebijakan yang tidak terarah dan mantabs, tak perlu orang cerdas betul (wah melayu sekali!) untuk mengetahui bahwa harga minyak akan terus meroket, karena variabelnya jelas, keadaan di timur tengah yang gak kunjung aman sejak the mothaf*cka usa meng-invasi irak, rusia yang nakal, dan opec yang makin letoy, semuanya sudah memberi indikasi trend naik sejak hampir 3 tahun yang lalu.
Lalu kenapa program minyak jarak-nya tidak didorong dan dikelola dengan baik, begitu juga biofuel dan bio-diesel dari jagung dan sawit gak di urus dengan benar?
[hambuh !]
eh, malah beralih ke blue-energy(?), secara diriku pernah ngambil mata kuliah “Energi”, sama Pak Dimsiki Hadi di Bulaksumur(6 kata terakhir niet belangrijk=g penting). Keknya temuan ini gak valid deh, ya…mungkin saja apa yang kupelajari dah gak up to date karena aku belajarnya waktu Hayam Wuruk masih berkuasa, tapi sekali lagi, mau diliat dari sudut manapun sebagai resolusi untuk bahan bakar murah, dan segera, blue-energy tidak masuk akal !
[lalu kapan munculnya Bondan-Mak Nyus-Winarno?]
Nah…inilah bagian Pak Mak Nyus itu, jadi; dulu tahun 1997 ada Super Mega Skandal yang menghebohkan yang melibatkan petinggi negara. Diwaktu Endonesa mulai dihajar krisis-entah apa namanya itu- terbetik kabar, telah ditemukan tambang emas “terbesar di dunia”, di daerah Busang namanya, tidak jauh dari Samarinda (wah dadi kelingan my Laurie, O…the wind, pls tell her, i’m still…)
Dan ternyata kemudian, itu adalah salah satu kebohongan terbesar abad ini, melibatkan pejabat publik di level (cukup) tinggi dan menghasilkan sebuah tragedi yang tidak wajar, de Guzman, warga Filipina, orang penting dalam proyek ini mati dengan cara (me/di)loncat(kan) dari helikopter dari ketinggian 800 meter.
(kematian de Guzman inilah yang diselidiki Pak Mak Nyus itu sewaktu beliau masih Wapemred sebuah koran nasional, dan menerbitkan buku tentang itu, bukunya disita, beliau di penjara dan mungkin beliau belajar icip2nya di penjara makanya bisa bilang mak nyus !)
Semoga bapak penemu blue energy itu adalah benar2 seorang calon penerima nobel, kalo pun tidak, semoga beliau takut ketinggian dan tidak punya bakat bunuh diri, dan kalo pun tidak kedua2nya, semoga joke-nya ini dihitung sebagai amal baik oleh Allah SWT dan beliau tidak (di) assassinated karena telah mempermalukan seseorang ato beberapa orang. Amiin !






