BOS
Bangkit
BBM+BLT
Blue Energy
Berhentilah Merokok
Bondan-mak nyus-Winarno
Bulan mei adalah bulan yang bang-gets pentingnya, bang-gets sibuknya untuk orang yang merasa berbangsa dan bertanah-air mata-Endonesa,however pembukaan bulan mei 2008 ini sangat menarik mirip pembukaan gambit menteri pada catur sementara Endonesa memegang buah Hitam (maaf pembukaannya postingku memang selalu absurd).
secara, dah hampir satu tahun belakangan diriku mengulik-ulik, utak-atik, osak-asik menu-menu; pendidikan seumur hidup, kurikulum KTSP, penilaian berbasis kelas, aliran Pestalozzi, aliran Konvergensi William Stern, UU Sistem Pendidikan Nasional 2004 (maafkan lagi, sengaja dijembreng kek gitu, biar bisa menjerat lebih banyak pengunjung).
Maka pada hari pendidikan nasional, aku dapat memaklumi mengapa anak-anak sekolah sekarang lebih banyak yang stress karena per-sekolah-an dibanding anak sekolah dulu (sebenarnya dulu aku juga sering mengalami gejala psikosomatis di hari2 antara selesai ujian dengan waktu pembagian rapor).
Kenapa berat? karena..eh..karena(boleh dilagukan kek lagunya Bang Haji Rhoma), tujuan Pendidikan Nasional yang ditulis dalam UU SPN benar2 sulit untuk direalisasikan, benar2 sebuah cita2 yang digantungkan setinggi langit,”…agar menjadi manusia yang beriman…berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,…demokratis…bertanggungjawab,” ideal sekali bukan?
memang setiap idealisasi itu positif, cuma idealisasi apapun minumnya teh botol sosro butuh pengejawantahan, eksekusi.
Nah, yang dalam tanda kutip tadi, kurang lebih mirip cita2 Om Lenin dkk tentang dunia yang sama rata sama rasa, berbau utopis karena tools untuk mencapai itu-misalnya kurikulum- juga kacau…
Kalo mao sedikit mencoba mengintip dapur UU SPN itoe, kenapa begitu indah, maka dengan sebakul pikiran jahat dan sesendok teh prasangka buruk, dengan gampang akan kita temukan bahwa tujuan pendidikan nasional itu tidak lain adalah pengakuan dosa dan harapan dari toean yang terhormat; yang punya perempuan simpanan, tidak hadir waktu sidang paripurna, kalo pun hadir malah bobo manis, sesekali ricuh, sidang berbelit2 padahal bahannya copy paste UU tempat/negara laen, etc…
[apa gak ada yg lebih baik?]
yang lebih mahal banyak ada, tapi minoritas !
[tulisan pertama dari tetralogi "B" = resume Bulan Mei]







hmmmm…… bagus
>>>maturnuwun sanget pak agus !