aku suka sekali idiom yang menggambarkan kegembiraan dengan sebutan seperti kilauan mata seorang perempuan yang sedang jatuh cinta.
begitu bercahaya, bertenaga, siapa bilang perempuan makhluk lemah !
tapi gimana kalo sebaliknya, lagi2 kisah nyata [minggu ini] seorang temen perempuan yang melakukan sedikit kesalahan dalam ujian multiple choice hidupnya.
[semoga ada banyak orang yg dapat belajar dari kesalahan2 ini].
kesalahan pertama; menjatuhkan pilihan, nyaris tanpa observasi dan [maaf] perempuan banget-cuma mengandalkan perasaan, cuma mengandalkan deg2an yang paling kencang yang mana…[g ngerti dia kalo luv itu should b rasionil !]
kesalahan kedua; restu, setelah yakin dengan deg2an-nya yang kencang sekali dengan pria yang dia pilih, dengan sedikit terburu2 akhirnya membuat keputusan untuk segera menikah.
tapi karna terlalu furious, g dapat restu deh, dari salah satu parent karna alasan yang sebenarnya rasionil pula…
kesalahan ketiga; karna kesalahan kedua itu, muncul kesalahan ketiga. keabsahan dan kekuatan didepan hukum negara.
pernikahan tanpa pencatatan resmi dari KUA.
seperti silang sengkarut pesawat yang jatuh dimana2 karna sumbangan kesalahan semua pihak, begitu juga kawan kita ini.
dimulai dari egoisme, nilai2 patriarkhi yang salah tempat dan sifat manipulatif akan hukum2 agama dari “suami”-, ditambah penyerahan yang terlalu total alias konco wingking-isme dan lagi2 terlalu mengandalkan perasaan dari yang perempuan.
jadilah perempuan itu korban, yang kalo meminjam istilah kaum feminis, korban opresi hegemoni[k] pria.
kalo dah kek gene yang rugi emang selalu pihak perempuan, statusnya menjadi gak jelas mo menuntut hak, ato protes karna yang pria pacaran lagi, “kamu siapa ?, mana buktinya kalo kamu estriku?”
mo bubar -kan dari tadi dah dibilangin ‘tlalu mengandalkan perasaan seh’- gak bisa, gak tega, gak kuat.
jadinya, gadis jelas tidak, taken/married-sama sapa?, janda-kapan nikahnya?
[
clock is ticking
what r u waiting
for
nothing
]
[mungkin bisa diberi judul menunggu godot II]
walahu’alam…
d^¿^þ
“`rammstein – spieluhr[4.48] rammstein – rein raus[3.13]“`







betul
seperti yg banyak perempuan rasa…
>>>[ewot]
>>>tengkiw dah bkunjung, dan bkomen, silahkan kam-bek-egen !
ah…perempuan sesungguhnya engkau berharga knapa membuatmu tergantung pada perasaan sehingga kerugian juga akan berada dipihakmu!~
Ada mirip isi cerpenku hari ini…perempuan…knapa ngak mau seperti Bunga Burgenville…tangguh,tegar dan setia walaupun tanpa pria..eh salah tanpa air,tapi dia juga punya duri untuk melindungi diri.
Thanks renungan ini…semoga wanita sebelum melangkah ,membuat pilihan…berpikir baik-baik dan benar-benar,jangan sampai terjadi penyesalan setelah kejadian…TERLAMBAT!!!!
>>>kadang2 orang terdesak dan menghibur dirinya dengan c’est la vie ! itulah hidup !…tapi matanya tidak dapat menyembunyikan keperihan…tapi jangan sampai merasa dan berpikiran terlambat, karena ada bahaya yang sangat fatal setelahnya, yaitu; feelin’ beri-beri guilty, dan itu bisa membukakan cabang ke jalan setapak yang bernama suicide…